Jan 2, 2011

Pengembara yang Rindu - Part I (Ibu)

Salam wbt

Sudah lama sekali blog ini sunyi sepi tanpa coretan dariku. Dan sekian lama juga aku banyak menghabiskan masa untuk perkara-perkara lain. Berjalan, bertemu orang baru dan berkongsi perkara2 baru.

Subhanallah, begitulah kitaran hidup manusia ciptaan Allah. Ibarat pengembara menuju jalan pulang ke kampung halaman, kampung akhirat yang hakiki.

Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma, ia berkata : “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam memegang pundakku, lalu bersabda : Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau pengembara. Lalu Ibnu Umar radhiyallahu anhuma berkata : “Jika engkau di waktu petang, maka janganlah engkau menunggu pagi dan jika engkau di waktu pagi, maka janganlah menunggu petang dan pergunakanlah waktu shatmu sebelum kamu sakit dan waktu hidupmu sebelum kamu mati”.
(Riwayat Bukhari)

Sedih sekali bila melihat ramai yang lupa hakikat itu. Lalai dan terjerumus dalam sibuknya dunia, sampai akhiratnya lupa. Tapi Allah Maha Mengetahui. Semua yang terjadi di dunia ini dalam pemerhatian dan pengetahuanNya. Kerana itulah dia menjanjikan syurga dan neraka sebagai destinasi terakhir sang pengembara dunia.

Baru sebentar tadi aku menelefon kedua orang tuaku. Lega sekali rasanya setelah beberapa hari tidak mendengar suara mereka. Gelak tawa seperti biasa menjadi 'mood' kami saat berbual. Namun, mama tiba-tiba menukar nada suaranya menjadi sebak. Aku bisa mendengar suara tangisan seorang ibu yang sangat rindu pada anaknya.
Subhanallah.. begitulah sifat penyayang Allah yang turut dikurniakan pada makhluk ciptaanNya yang bernyawa. Akal bukanlah kayu ukur dalam soal ini namun perasaan dan naluri keibuan itu turut hadir pada makhluk Allah yg lain.
Bicara soal mama, usianya belum sampai setengah abad. Semangat dan kerja kerasnya sangat kukagumi sebagai seorang anak. Namun, indahnya kasih sayang antara ibu dan anak itu sehingga mendengar tangisan sang ibu turut bisa meluluhkan hati sang anak. Hatiku cair saat mendengar suara mama yang mengatakan rindu sekali kepadaku.


Duhai anak-anak sekalian, berusahalah untuk menjadi anak yang baik kepada ayah dan ibumu kerana suatu hari nanti kamu juga akan menjadi ayah dan ibu kepada anak-anakmu. Jadikanlah Uwais Al-Qarni sebagai teladan kita dalam menghayati peranan seorang anak.

Aku yang kejauhan,
dalam pengembaraan,
pencarian ilmu Tuhan,
kadang meratap sedih,
kehausan kasih sayang dan belaian manja,
seorang insan bernama ibu.

Kau yang kerinduan,
pada kerenah dan kehadiran diriku,
yang dulu pernah mengisi kekosongan hari-harimu,
saat kau melahirkanku dua dekad lalu.

Sedar aku hakikat hidup ini,
jarak dunia memisahkan kita,
suatu hari pasti ketemu,
meleburkan rantaian rindu

Pernah ku terfikir,
saat mengelamun nun jauh,
bagaimana kalau nanti,
nyawa yang memisahkan,
apa sudah sedia?
Allah..
kumohon Kau agar beriku kekuatan,
menghadapi saat-saat itu.

Kembara ini penuh kebarangkalian,
akhirnya belum tentu,
bisa berlaku kapan saja.

Harapku kesudahannya baik,
buat aku dan buat kamu,
duhai ibu,
yang aku rindu..

Wassalam wbt

3 comments:

muhammadthoriq said...

bestnye dpt ckp dengan mak, ku pun rindu sangat nak bertanya khabar mak, rindu yg amat.

Ahn Dee (Asyandi) said...

Allah.. By the time i'm replying your commwnt, rasanya thoriq dah call mak iA.. Semoga thoriq jd anak yg soleh dan berbakti pada kedua org tua. Semoga ibu thoriq ttp sabar dgn ujian dan lekas sembuh iA. Amin.
:)

Anonymous said...

assalamualaikum,saya amat tersentuh membacanya saudara...begitu besar pengorbanan ibu kita selama ini.. semoga kita dapat mengukir senyuman untuk si ibu yg di sayangi.. :)

Quran Search

What is Phonetical Search ? Help | Feedback | Recommend
 
  Search for:    

   When showing results;

Show Phonetics   Show Translation

 

Weather ( InsyaAllah )