This is just a short written idea about me, my feeling, my thought, my study, my friend..
Apr 25, 2012
Warna marhaen 3.0
turun menyalit sang rakyat marhaen
bangkit dari pembodohan
si tua separuh abad berkuasa
apa ia fikir, katak tidak bisa keluar dari tempurungnya?
kami belajar,
dari saksi mata kurniaanNya
dari deruan bisikan yang kian memekakkan
jua dari guru pengalaman manusiawi
tidak mahu selamanya begini
Sedih,
bila masih ada yang tidur nyenyak
dibuai mimpi indah yang realitinya mengerikan
ia selesa tatkala lainnya sengsara
ia enggan peduli
asalkan perut dan dompetnya terisi
mulutnya kekal bisu
dua matanya berpura buta
telinga pasang namun ia tuli
Dulu,
berarak bersuara laungkan tuntutan
bermodal demokrasi himpunan terjadi
namun apa daya,
yang aman bertukar kacau
saat campur tangan si penurut perintah
arahan dari atasannya
demi 'amankan' suasana
kucar-kacir ia sebar berita
Kini,
setelah berarak ia tegah
semangat massa takkan tersanggah
serata negara turun menjengah
ayuh DUDUK dan BANTAH!
Wallahu a'lam
Jan 11, 2012
Sendiri Untuk Seketika
Terlalu banyak kisah yang berlaku sepanjang periode 'rehat' dari nukilan alam maya
Ada kisah indah buat hati berbunga-bunga
Juga episode sedih, kecewa berselit elemen sesal
Kerana lumrah aku manusia
Lemah, hakikat kejadianku begitu
Aku mencari ruang segenap itu
tempatkan diriku di celahan
biar sempit namun terasa luas
Sendiri, antara rasa dan hakikat
juga takdir hujung
Sendiri, walau ramai sekali
buatku takut melangkah
bertingkah juga ku tidak bisa
gagap semua yang aku petah
Bawa diri jauh dari ramai
seketika ku bawa hati menyendiri
refleksi segala silam yang takkan terputar kembali
hingga saat dihitung kanan dan kiri
Aku insafi khilafnya diri
terkadang sesat, alpa
dibuai arus dunia
dijangkiti wahan akhir zaman
Meski mulut terkumat kamit
memohon segala yang indah
untuk yang fana, juga yang abadi
Meski nadi terus bergerak ikut perintah
aliran cairan merah masih berkadaran fitrah
Apa sudah hilang manisnya
pada ibadah?
Wahai Sang Penciptaku,
ampuni diri ini, kembali kepada Mu
tanpa hijab yang menghalangi
tanpa calitan noda, cinta yang suci
Nov 23, 2011
Kerendahan hati
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar,
tetapi belukar yang baik
yang tumbuh di tepi danau
Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar
Jadilah saja rumput,
tetapi rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan
Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil
tetapi jalan setapak yang membawa orang ke mata air
Tidaklah semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya
Bukan besar kecilnya tugas
yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu
Tiada yang dimuliakan dalam hiduo ini oleh Allah
melainkan kerana akhlaknya dan ketaatan kepadaNya
Karya : Taufik Ismail
Wallahu a'lam
Aug 6, 2011
Hidayah dan Hikmah
Jul 9, 2011
Tentang Kuning
Kisah warna penuh sensasi
cerita tentang kebangkitan si marhaen
Yang terzalimi sekian lama
Dibodohkan dengan cerita-cerita palsu
Rekaan kroni sang Jaguh
Jaguh yang rajin menaburkan janji manis
Namun selalu mengecewakan
Tentang kuning
cerita ketakutan si angkuh dan zalim
Bertahun dia berada di atas
Bersenang-lenang dengan kemewahan hasil ragut
Hasil rampasan, hasil curian, hasil rompakan
Dari si marhaen yang tertipu
Menderita tanpa suara
Kadang didengar namun tak diendah
Dan akhirnya disenyapkan begitu saja
Bodoh sombong!
Andai dia tidak mahu berubah
Dia yang tidak sedar hakikat dirinya
Yang berulang kali ditipu
Bangkitlah!
Di dalam kesatuan dan kebersamaan
Beragendakan nilai anggukan universal
Keadilan dan keamanan
Xantophobia, gejala takut kepada warna kuning atau perkataan kuning
Jul 4, 2011
Kekasih Maya
| personifikasi membuatkan alam bisa berbicara pada perspektif manusia, namun kenyataannya mereka bahkan senantiasa berzikir memuji sang Pencipta |
Lama
sudah terlalu rindu pada sang empunya
detak hati kekasih mayaku ini
ketika personifikasi kuberikan padanya
Maaf
reaksiku beserta rasa bersalah padanya
kutinggalkan dia kerinduan
tanpa alasan munasabah
Dengarkan
kini aku kembali padamu
membawa harapan baru
buatmu kekasih mayaku
Ah!
jangan bermanis bibir
takutku pisang berbuah dua kali
kerana kau manusia
harapan padamu berhujung kecewa
namun harapan pada Tuhan
berhujung bahagia
sekadar muhasabah tentang pengharapan dan ketergantungan.
May 8, 2011
Pagi Hari Ibu
Feb 25, 2011
Hampir saja
mutiara tanpa cahaya
menuruni alis mata
membasahi ruang muka
Hampir terbelenggu
buntu tanpa arah
bisu tanpa suara
merenung dosa-dosa
Hampir lupa
Tuhan masih ada
mengampuni dan menyayangi
sepenuh masa
Biar sebesar mana
Biar setinggi apapun
dosa-dosa
Alhamdulillah, hampir saja..
Jan 30, 2011
Some Daily Checklist
The Messenger of Allah (sal Allahu alaihi wa sallam) said: “A momin does not taunt, does not curse and reproach, does not indulge in obscene talking and obscene acts.” [Tirmidhi]
Did you make any sarcastic comments to anybody today?
Did you by word or gesture make fun of anybody today?
Did you insult anyone today?
Did you demoralize anybody today?
Did you put someone down for a mistake that they made?
Did you curse anybody today?
Did you say anything vulgar today?
Did you do anything obscene today?
We need to check ‘No’ next to each of these questions everyday to qualify as Momineen.
It is one thing to be a Muslim and another to be a Momin. To be a Muslim is a basic qualification, in other words, you pass. To be a Momin is a distinction. A Muslim has entered Islam but does not have the Eeman that a Momin possesses.
Wallahu a'lam
Wassalam wbt
Jan 27, 2011
Ujian? cont'
bermonolog mempersoalkan diri
bekalan sudah cukup?
waktu hampir tamat,
berapa lama lagi?
pentingkah soalan itu?
kalaupun kau tahu masa tamatmu,
yang mana mungkin tidak akan kau tahu,
apa yang akan kau lakukan?
wahai si pelupa,
SEDARlah!
kau semakin TUA,
kau semakin hampir ke tanah,
sudah kau pilih jalan mu kah?
TuhanMu Maha Pengampun,
tanpa rahmatNya,
NERAKA bagimu.
jangan dikeranakan kejayaan ujian duniawi,
kau tersungkur meratapi kegagalan hakiki.
Wallahu a'lam
p/s : mari bersama refleksi diri
Ujian?
Detak detik jantung
berdebar menanti waktu mula
ketika senjata sudah dipersiapkan
langkah semakin hampir pasti
menuju medan gerun
Ramai yang lulus
tidak kurang juga yang tersungkur
tanpa sedar ujian masih berlangsung
sejak lahir hingga kini
sampai nanti, sampai mati
lupa, tidak tahu atau kurang faham?
bingung?
apakah yang kurapukan ini?
aku bicara soal hakikat
sedar atau tidak,
ujian berlaku selama mana nafas dihirup
hasil akhir bukanlah kelas satu,
kelas dua mahupun gagal meneruskan ke tahun berikutnya
hasil akhir adalah SYURGA
atau NERAKA
sudah ingat?
to be continued..
Jan 5, 2011
Pengembara yang Rindu - Part II (Sahabat)
Kali ini entri tentang hadith 'pengembara'. Entri kali ini dikaitkan ditujukan khas buat sahabat-sahabat yang baru dikenali sepanjang diri ini berjaulah beberapa hari ini. Allah, sungguh letih tapi seronok.
Rasul Allah (sal Allahu alaihi wa sallam) said: “Be in this world as if you were a stranger or a traveler.” [Bukhari]
The above narration clearly indicates that we are in this world for a purpose and not for entertainment. We are like travelers during this life on earth. A traveler has a final destination that he/she is eager to reach. They need to use the time of their stop-over wisely, so as not to miss their connecting flight.
We should remember that earth is not our final destination. We have been encouraged to utilize the blessings Allah has put here for our use, yet we are told not to lose sight of the temporary nature of this life, and to use it to make preparations for the next life. Our souls are on a journey. Remembering death defeats joy. It kills our tastebuds for the pleasures of this life. But it is the only wise thing to do, in our own interest.
Concerning the life of this world Hazrat Isa (alaihis salaam) said, "This world is like a bridge, cross it and do not build on it." This life is a bridge from our previous existence as soul to our next existence in the grave, then on the Day of Judgement, then either in The Garden or (Allah Forbid) The Fire. Houses are built on land, connected by bridges where the need arises. The most appropriate place to build, the focus of our attention, should be the land that we will set foot on once we cross the bridge that is our earthly existence.
Semoga kita berjiran di syurga kelak.
Wallahu a'lam
Wassalam wbt
Asyandi,
Belfast
Jan 2, 2011
Pengembara yang Rindu - Part I (Ibu)
Sudah lama sekali blog ini sunyi sepi tanpa coretan dariku. Dan sekian lama juga aku banyak menghabiskan masa untuk perkara-perkara lain. Berjalan, bertemu orang baru dan berkongsi perkara2 baru.
Subhanallah, begitulah kitaran hidup manusia ciptaan Allah. Ibarat pengembara menuju jalan pulang ke kampung halaman, kampung akhirat yang hakiki.
Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma, ia berkata : “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam memegang pundakku, lalu bersabda : Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau pengembara. Lalu Ibnu Umar radhiyallahu anhuma berkata : “Jika engkau di waktu petang, maka janganlah engkau menunggu pagi dan jika engkau di waktu pagi, maka janganlah menunggu petang dan pergunakanlah waktu shatmu sebelum kamu sakit dan waktu hidupmu sebelum kamu mati”.
(Riwayat Bukhari)
Sedih sekali bila melihat ramai yang lupa hakikat itu. Lalai dan terjerumus dalam sibuknya dunia, sampai akhiratnya lupa. Tapi Allah Maha Mengetahui. Semua yang terjadi di dunia ini dalam pemerhatian dan pengetahuanNya. Kerana itulah dia menjanjikan syurga dan neraka sebagai destinasi terakhir sang pengembara dunia.
Baru sebentar tadi aku menelefon kedua orang tuaku. Lega sekali rasanya setelah beberapa hari tidak mendengar suara mereka. Gelak tawa seperti biasa menjadi 'mood' kami saat berbual. Namun, mama tiba-tiba menukar nada suaranya menjadi sebak. Aku bisa mendengar suara tangisan seorang ibu yang sangat rindu pada anaknya.
Subhanallah.. begitulah sifat penyayang Allah yang turut dikurniakan pada makhluk ciptaanNya yang bernyawa. Akal bukanlah kayu ukur dalam soal ini namun perasaan dan naluri keibuan itu turut hadir pada makhluk Allah yg lain.
Bicara soal mama, usianya belum sampai setengah abad. Semangat dan kerja kerasnya sangat kukagumi sebagai seorang anak. Namun, indahnya kasih sayang antara ibu dan anak itu sehingga mendengar tangisan sang ibu turut bisa meluluhkan hati sang anak. Hatiku cair saat mendengar suara mama yang mengatakan rindu sekali kepadaku.
Duhai anak-anak sekalian, berusahalah untuk menjadi anak yang baik kepada ayah dan ibumu kerana suatu hari nanti kamu juga akan menjadi ayah dan ibu kepada anak-anakmu. Jadikanlah Uwais Al-Qarni sebagai teladan kita dalam menghayati peranan seorang anak.
Aku yang kejauhan,
dalam pengembaraan,
pencarian ilmu Tuhan,
kadang meratap sedih,
kehausan kasih sayang dan belaian manja,
seorang insan bernama ibu.
Kau yang kerinduan,
pada kerenah dan kehadiran diriku,
yang dulu pernah mengisi kekosongan hari-harimu,
saat kau melahirkanku dua dekad lalu.
Sedar aku hakikat hidup ini,
jarak dunia memisahkan kita,
suatu hari pasti ketemu,
meleburkan rantaian rindu
Pernah ku terfikir,
saat mengelamun nun jauh,
bagaimana kalau nanti,
nyawa yang memisahkan,
apa sudah sedia?
Allah..
kumohon Kau agar beriku kekuatan,
menghadapi saat-saat itu.
Kembara ini penuh kebarangkalian,
akhirnya belum tentu,
bisa berlaku kapan saja.
Harapku kesudahannya baik,
buat aku dan buat kamu,
duhai ibu,
yang aku rindu..
Wassalam wbt
Oct 29, 2010
Kadang-kadang, ketika hujan turun
Kadang-kadang,
ketika hujan turun
tangisan turut jatuh
terharu
atas nikmat yang diberi
bukan sekali itu
pernah juga tangisan menitis
nadanya resah, insaf
membasahi alis nipis
mengenang dosa lalu,
masa silam yang kelam
lalu hikmah dicari
atas setiap yang berlaku
kerana Allah Maha Tahu
sedang hambaNya tidak tahu
Namun,
di sebalik yang melankoli
masih punya elemen ceria
membawa khabar gembira
mengenang kisah indah
bersama yang dicintai
juga yang mencintai keranaNya
Meski bukan selalu
namun pernah terjadi
kadang-kadang
ketika hujan turun
Oct 26, 2010
Awaken The Giant Within FC 2010
Oct 11, 2010
Hati yang tenang itu
jernih, bersih, suci
tanpa rasa dendam
tiada rasa benci
Hati yang tenang itu
bukan kerana harta berlimpah
bukan kerana banyaknya uang
bukan kerana mewahnya rumah
kutegaskan, bukan!
Hati yang tenang itu
sentiasa ingat Tuhannya
bibir dibasahi ucapan zikir
seketika dia alpa
lalu ampunan dia pinta
Hati yang tenang itu
terpancar pada senyumnya
keyakinan pada langkahnya
kebenaran pada kata-katanya
keteguhan iman dalam perjuangannya
Hati yang tenang itu
impian semua hambaNya
kerana Dia
membolak balikkan hati
Dia jugalah yang menetapkan
ketika benci datang, Dia lahirkan kasih sayang
Wahai hati yang ingin tenang
mohonlah pada Dia...
Oct 7, 2010
The Ummah is one body
it has been ages, isn't it?. Anyway, hope we can get something from this sharing. Happy reading!
Prophet Muhammad (sal Allahu alaihi wa sallam) said: “The similitude of believers in regard to mutual love, affection, fellow-feeling is that of one body; when any limb of it aches, the whole body aches, because of sleeplessness and fever.” [Muslim]
If your finger, foot, or any part of your body is hurting, you cannot sleep. Your body may develop a fever while it tries to neutralize the pathogens in an infected part. When one part of your body is trying to fight the enemy, the whole body invariably gets involved in the process. The Prophet (sal Allahu alaihi wa sallam) described the Ummah as one body!
So if a Muslim anywhere in the world, in the centre of the body or the tips, on the finger or on the toes, is hurting, you should feel the same pain. If you are only concerned about your safety and the safety of your direct family, then there’s something wrong with you. You are not really part of the body. The Prophet (sal Allahu alaihi wa sallam) said that the Ummah is one body: It doesn’t matter that they are split into different political states or that they belong to different Madhahibs/Fiqh, as long as the person is a Muslim they are a part of your body.
Sometimes we look at it as, “Only me and my group are Muslims.” Why? Because he doesn’t follow my Jamaa’h, he’s not following my way? As long as you cannot prove that that Muslim is a Kafir (disbeliever), he is a Muslim. As long as you don’t have evidence that such a person is a Murtad (apostate), he is a Muslim; whether he belongs to the same Madhhab or the same group or the same country or not, makes no difference.
We all talk about the importance of having unity. If having unity means having one group, abandoning all the different Jamaa’ts and getting rid of all of the different Madhahibs, then we’ll all just be copies of each other and that’s an impossible thing to have. The fact that the Ummah is diverse and has these different elements in it, is what makes us strong. If a person running a business just has expertise in one area then eventully that will limit how much business he can get. But if he has people with multiple areas of expertise then the amount of business that they can go after will increase accordingly. What we mean by unity is that even though your approach to Islamic work might be different, the Imam that you follow might be different, you are there to help your brother when your brother is in need; that is unity.
Wallahu a'lam
Thank you spending your time here.
Wassalam alaikum
Jun 28, 2010
Kem Hujung Minggu yang Mantop!
As stated in the last entry, now i'm home. Well, this entry is special to me because it is a story of what i've been done last weekend. I spend my whole weekends at the Pamilaan Recreational Park invoving myself as a comitte of a camp. They call it Kem Pemantapan Nuqaba'. I call it Kem PemanTOPan Nuqaba'.
The camp took 3 days and 2 nights of my weekend time.Though my first weekend in my hometown was not spend with my beloved family but I think its really worth it. I spend it for the path that I've choosen. For my religion. Allahuakhbar!!.
It was a really adhock camp actually because my friend, Shahril, just told me about the camp 3 days before it was held. Alhamdulillah, everything flow smoothly as planned by Mr Kamal, also the masterminds of this camp along with Shahril.
The camp was basically organised to burst up the spirit of Islam among the students. Also, to let them know the importance of spreading the truth about Islam. Besides, they were also urged in practising Islam wholly in their life by means taking Islam as their ways of life. This is because the surrouding where they were grown up was really opposing Islam and if there is Muslim, that Muslim was not showing the real character of a Muslim. In other words, these people has been grown up in a secular surrounding.
Unfortunately, I dont have all those pics during the programme. So, all i can do is picturing all the moments through my writing, well my so and so writing. Nevermind, I'll give a link to all those pics when it has been uploaded by my friend.
All in all, I learn many new things along the programme including the importance of be alert about our real situation in this country in terms of Islamic surrounding. Also, the importance of being ready to sacrifice our time and money in doing the right thing. Hopefully all the brothers and sisters that took parts in the programme will get the lesson as the organiser want, InsyaAllah.
"Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang di jalanNya dalam barisan yang teratur seakan-akn mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh."
(As-Saff 61 : 4)
May all my brothers and sisters will move as ONE.
Thats it for now. Till next post.
Wallahu a'lam
Wassalam.
Jun 20, 2010
Journey back home
Sudah terlalu lama rasanya blog ini menyepi tanpa sebarang entri. Alasan biasa, sibuk. Mulanya ada exam, kemudian sibuk buat persiapan nak balik rumah. Sekarang ni pun tak sampai rumah lagi. Penulis sedang menunggu penerbangan ke Kota Kinabalu, ada lebih kurang 10 jam lagi. Tak sabar rasanya nak bertemu mama, bapa, dan semuanya.
Cukup dengan pendahuluan (macam buat karangan lah pula kan)..
Entri kali ini sekadar ingin menyentuh tentang pengalaman penulis sepanjang penerbangan ke KLIA dari Birmingham International Airport. Begitu banyak peritiwa menarik sepanjang penerbangan bermula dengan check in di Birm transit di Dubai sampailah saat ketibaan di KLIA.
Hand Luggage only 7 kg
Quotes ini akan membuatku tertawa seorang kerana quotes ini mengingatkanku kepada salah seorang temanku yang turut terbang pulang bersamaku ke tanah air. Hand luggage nya seberat 15 kg ketika kali pertama dia meletakkan begnya di bahagian penimbang. Temanku yang tadinya macho itu terus gelabah lantas mengeluarkan hampir keseluruhan isi hand luggage nya dan memindahkannya ke cargo luggage. Kegelabahannya membuatkan pegawai-pegawai di kaunter check in tertawa kelucuan.
Jaga Paspot baik-baik
Ini pula kisah ketika transit di Dubai. Kali ini pemain utama adalah sahabatku lain pula. Mujur saja dia menyedari keciciran paspot ketika baru sahaja sampai di bandara Dubai. Transit di Dubai yang memakan masa selama 3 jam banyak dihabiskan dengan berlari ke sana sini untuk melaporkan masalah yang dihadapinya. Masalah terlerai apabila pegawai di kaunter check in menghubungi pegawai lain untuk memeriksa sebarang barang yang dijumpai dan alhamdulillah, paspot sahabatku berjaya ditemukan.
Perbaiki mesin yang rosak
Bahagian ini pula melibatkan saat kami tiba di KLIA spesifiknya ketika kami ingin meng'scan' paspot di mesin daftar keluar paspot. Kami terpaksa beratur lebih lama daripada orang lain kerana mesin meng'scan' paspot yang kami gunakan agak 'sakit'. Mesin itu mengambil masa 20 saat untuk meng'scan' paspot sementara mesin-mesin lain hanya memerlukan 10 saat. Penat kami menunggu giliran untuk meng'scan' paspot. Jadi, saranan kami kepada pihak yang berkenaan agar membaiki mesin tersebut kerana kalau tidak akan lebih ramai lagi 'mangsa' yang lewat disebabkan kelembapan mesin tersebut
Pengalaman kali sangat menarik dan banyak juga pengajaran yang diperoleh. Benarlah, jauh perjalanan luas pemandangan. Sebelum terlupa, ingin penulis memuji servis yang disediakan oleh pihak Emirates yang digunakan oleh penulis dan kawan-kawan untuk penerbangan pulang ke tanah air kali ini. Makanan sedap dan mengenyangkan. Movie best. Temoat duduk dan tandas selesa. Berbaloilah untuk harga tiket yang agak mahal.
Namun begitu, musafir penulis belum berakhir kerana penulis belum sampai ke rumah dan bertemu kedua orang tua tersayang. Mudah-mudahan penulis akan selamat sampai ke kampung halaman. Doakan ya..
Suka untuk penulis memetik sepotong ayat al-Quran :
Dialah yang menjalankan kamu di darat dan di laut (dengan diberi kemudahan menggunakan berbagai jenis kenderaan); sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera dan bahtera itu pula bergerak laju membawa penumpang-penumpangnya dengan tiupan angin yang baik dan mereka pun bersukacita dengannya; tiba-tiba datanglah kepadanya angin ribut yang kencang dan mereka pula didatangi ombak menimpa dari segala penjuru, serta mereka percaya bahawa mereka diliputi oleh bahaya; pada saat itu mereka semua berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan kepercayaan mereka kepadaNya semata-mata (sambil merayu dengan berkata): Demi sesungguhnya! jika Engkau (Ya Allah) selamatkan kami dari bahaya ini, kami tetap menjadi orang-orang yang bersyukur. (22)
(Surah Yunus 10 : 22 )
Sama-sama kita renungkan dan ambil pengajaran daripada ayat tersebut.
Sekian dulu entri kali ini. Wallahu a'lam
Wassalam wbt~
May 31, 2010
I hate it.. [tribute to Flotilla]
when you said you are 'innocent'
you shoot them because they attack you
how on earth that could be logic?
they are civilians without weapon
they are people offering for help
they have mission of humanity
they have mission of peace
But
you claim they who attacks you first
you claim them having conspiracy
saying food and medicine is just a starter
then will be followed weapons and so on
I hate it
when you can only say 'deeply sorry'
when actually can do more
I know you can
what disappoint me more is that
when he said you feels regret for what happen to them
but the Israeli troop have the right to ''defense'' themselves
I hate it
when you keep updating your blog
when you keep changing your status on facebook
when you twittering frequently
but never once mention this
never post something about it
never discuss about it
as if you know nothing
as if you chose not to know about it
How come you never care?
Wake up! Wake up! Wake up!
Open your eyes
Let you ears hear
Let your heart feel it
Raise your hand and pray
May Allah bless all of you whom keeps praying for them..
May Jannah be with the Mujahideen..
Keep praying people..

