This is just a short written idea about me, my feeling, my thought, my study, my friend..
Jan 27, 2011
Ujian? cont'
bermonolog mempersoalkan diri
bekalan sudah cukup?
waktu hampir tamat,
berapa lama lagi?
pentingkah soalan itu?
kalaupun kau tahu masa tamatmu,
yang mana mungkin tidak akan kau tahu,
apa yang akan kau lakukan?
wahai si pelupa,
SEDARlah!
kau semakin TUA,
kau semakin hampir ke tanah,
sudah kau pilih jalan mu kah?
TuhanMu Maha Pengampun,
tanpa rahmatNya,
NERAKA bagimu.
jangan dikeranakan kejayaan ujian duniawi,
kau tersungkur meratapi kegagalan hakiki.
Wallahu a'lam
p/s : mari bersama refleksi diri
Ujian?
Detak detik jantung
berdebar menanti waktu mula
ketika senjata sudah dipersiapkan
langkah semakin hampir pasti
menuju medan gerun
Ramai yang lulus
tidak kurang juga yang tersungkur
tanpa sedar ujian masih berlangsung
sejak lahir hingga kini
sampai nanti, sampai mati
lupa, tidak tahu atau kurang faham?
bingung?
apakah yang kurapukan ini?
aku bicara soal hakikat
sedar atau tidak,
ujian berlaku selama mana nafas dihirup
hasil akhir bukanlah kelas satu,
kelas dua mahupun gagal meneruskan ke tahun berikutnya
hasil akhir adalah SYURGA
atau NERAKA
sudah ingat?
to be continued..
Jun 28, 2010
Kem Hujung Minggu yang Mantop!
As stated in the last entry, now i'm home. Well, this entry is special to me because it is a story of what i've been done last weekend. I spend my whole weekends at the Pamilaan Recreational Park invoving myself as a comitte of a camp. They call it Kem Pemantapan Nuqaba'. I call it Kem PemanTOPan Nuqaba'.
The camp took 3 days and 2 nights of my weekend time.Though my first weekend in my hometown was not spend with my beloved family but I think its really worth it. I spend it for the path that I've choosen. For my religion. Allahuakhbar!!.
It was a really adhock camp actually because my friend, Shahril, just told me about the camp 3 days before it was held. Alhamdulillah, everything flow smoothly as planned by Mr Kamal, also the masterminds of this camp along with Shahril.
The camp was basically organised to burst up the spirit of Islam among the students. Also, to let them know the importance of spreading the truth about Islam. Besides, they were also urged in practising Islam wholly in their life by means taking Islam as their ways of life. This is because the surrouding where they were grown up was really opposing Islam and if there is Muslim, that Muslim was not showing the real character of a Muslim. In other words, these people has been grown up in a secular surrounding.
Unfortunately, I dont have all those pics during the programme. So, all i can do is picturing all the moments through my writing, well my so and so writing. Nevermind, I'll give a link to all those pics when it has been uploaded by my friend.
All in all, I learn many new things along the programme including the importance of be alert about our real situation in this country in terms of Islamic surrounding. Also, the importance of being ready to sacrifice our time and money in doing the right thing. Hopefully all the brothers and sisters that took parts in the programme will get the lesson as the organiser want, InsyaAllah.
"Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang di jalanNya dalam barisan yang teratur seakan-akn mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh."
(As-Saff 61 : 4)
May all my brothers and sisters will move as ONE.
Thats it for now. Till next post.
Wallahu a'lam
Wassalam.
May 31, 2010
I hate it.. [tribute to Flotilla]
when you said you are 'innocent'
you shoot them because they attack you
how on earth that could be logic?
they are civilians without weapon
they are people offering for help
they have mission of humanity
they have mission of peace
But
you claim they who attacks you first
you claim them having conspiracy
saying food and medicine is just a starter
then will be followed weapons and so on
I hate it
when you can only say 'deeply sorry'
when actually can do more
I know you can
what disappoint me more is that
when he said you feels regret for what happen to them
but the Israeli troop have the right to ''defense'' themselves
I hate it
when you keep updating your blog
when you keep changing your status on facebook
when you twittering frequently
but never once mention this
never post something about it
never discuss about it
as if you know nothing
as if you chose not to know about it
How come you never care?
Wake up! Wake up! Wake up!
Open your eyes
Let you ears hear
Let your heart feel it
Raise your hand and pray
May Allah bless all of you whom keeps praying for them..
May Jannah be with the Mujahideen..
Keep praying people..
I dont wanna do this anymore [part I]
this entry is the first part of the sequential entries that will be updated soon..
Its basically a life story of the writer as well a story of a muslim who 'found' his religion in an unexpected place..
Born as a muslim kid
as my parents are both muslim
I grew up in a happily normal life
as the other kids did
I reached my teenage period
I realise something is not right
something is missing
I start to ponder upon
what has been lefted out
day by day,
week after week,
until years had passed by,
I still did not found it
I do pray
though I used to not doing them
well, I did blame my surroundings for not being Islamic as how it should be
Muslims did not pray
Muslims drink
Having girlfriend and boyfriend is normal
for not having them you were claimed abnormal
That is what I never did
but I did hang out with those people
I mean girls
as I thought it was okay
as long as I did not over the redline
I dont really into a so called Islamic talks
I do watch them sometimes
But I prefer those reality shows and dramas
If, I can make the choice
Well, my parents doest really teach those things
I never blame them though
as always set in mind that they also dont know
As I pursue my study outside my hometown
I was surprised
Seeing my friend being so Islamic
rarely seeing muslim girls being free-hair
as in hometown its the other way round
Moreover, my housemates pray in the mosque most of the time
as reflected myself whos rarely even pray
so I started to 'change'
I started praying at the mosque
and constantly pray
5 times a day
but,
I still hanging out with the girls
we went to karaoke
as what I used to do back in my hometown
as I claimed we are not over the redline
pluswe were still pray when it is time to do so
..............
{to be continued}
I hate myself for doing those stuff
I envy my friends who raised in an Islamic environment
where their parents teach them how to pray
where they were thought to recite the Qur'an
where their father bring them to the mosque
and many more
I just don't wanna do this anymore...
May 14, 2010
Tips from Student Union
exam mood..
Not much to be written this time. I just want to share a link from Sheffield Student Union on how to prepare before facing the exams.
enjoy reading!
:)
Credit to Sheffield Student Union
Wassalam..
May 12, 2010
May 4, 2010
Ilmu+Iman ->Amal or Ilmu-->Exam ?
salam alaikum readers..
Sempena musim exam yang bakal menjelang ataupun mungkin ada di kalangan readers sudah pun memulakan perang, penulis ingin mengucapkan selamat berimtihan.
Sedikit 'sharing' atas rasa 'caring' kepada kalian semua, berikut adalah entri untuk kali ini..
Rasulullah S.A.W. telah bersabda :
العلم علمان :
فعلم في القلب فذالك هو العلم النافع ؛ وعلم على السان فذالك حجة الله على ابن آدم
Ilmu itu ada dua jenis : Ilmu yang ada dalam hati (disertakan amal), maka itulah yang bermanfaat; dan ilmu (yang hanya) berada di atas lidah (tanpa diamal), maka itulah ilmu (yang menjadi) hujjah Allah (untuk mendakwa kesalahan) terhadap anak Adam.’ -
[`Riwayat Ibnu Syaibah ddan Al Khatib]
Kata Imam Ghazali RahimahulLah Ta’ala :
`Ilmu yang meemberi manfaat itu ialah ilmu yang menambahkan perasaan takutmu kepada Allah Ta’ala; (ilmu) yang menambahkan celik mata hatimu terhadap keaiban-keaiban dirimu; (ilmu) yang menambahkan ibdahmu kepada Tuhanmu ‘Azza wa Jalla dengan sebab makrifatmu kepadaNya; (ilmu) yang mengurangkan gemar kasihmu kepada dunia; (ilmu) yang menambahkan gemar kasihmu kepada akhirat; (ilmu) yang membukakan pandangan mata hatimu terhadap kebinasaan-kebinasa an segala amalmu sehingga kamu dapat memeliharakan dirimu daripadanya; (ilmu) yang menampakkan kepada kamu segala perdayaan syaithan dan tipuannya’. -
Bidayatul Hidayah.
Selamat ber'exam dan Selamat beramal
Wassalam alaikum
apa kau cakap?
entri kali ini sekadar perkongsian yang diterima daripada seorang sahabat..
Dan perumpamaan kalimat yg buruk(kalimat kufur, syirik, segala perkataan yg tidak baik) adalah seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dgn akar-akarnya dari permukaan bumi , tidak dapat tegak sedikitpun - al-Quran [14: 26]
Kalimat yang buruk : kalimat kufur, syirik, segalan perkataan yang tidak baik
"Ahmad : Hey Harun, tunggu lah aku wei. Macam sial..."
"Zaitun : Bengong betol lah machine tu..dia telan duit aku!"
Kadang kita tak perasaan dengan perkataan-perkataan harian yang selalu kita gunakan adalah termasuk perkataan yg di keji oleh Allah swt. Kalimat yg buruk ini juga termasuklah ajakan-ajakan yang tidak membina, ajakan kearah kemungkaran, ataupun perkataan negative yang kita lontarkan kepada rakan-rakan. Creates the positive atmosphere by being optimist, not just for yourself but for those around you!
kalimat yang baik: kalimat tauhid, segala ucapan yg menyeru kpda kebajikan dan mencegah kemungkaran serta perbuatan yang baik. Kalimat tauhid seperti kalimat 'laa ilaa ha illallaah' serta zikrullah.
Tahukah kalian, setiap zikir subhanallah , alhamdulillah , laa ilaa ha illallaah , Allahuakbar - Allah kurniakan sepohon pokok untuk kita di syurga?
Sudah berapa banyak pohon -pohon yang menanti kita di syurga?
Atau sudah mampukah kita ke sana?
Sama-sama renungkan... dan selamat beramal
Sekian dulu entri kali ini..
Wassalam alaikum
Apr 25, 2010
Complaining
Apr 20, 2010
Sabah Bah

Apr 15, 2010
Surprise?
Untuk entri kali ini, penulis ingin bercerita tentang kisah yang mengejutkan penulis dan kawan2 Malaysian yg satu course dengan penulis.
Terlewat
Kisahnya begini, pagi hari ini penulis sampai ke lecture hall agak lewat. So, masa sampai dekat lecture hall tu lecture pun dah start.
Biasanya, dia akan bagi handouts untuk dirujuk dan di-fill-in pada bahagian yg telah di'blank'kan oleh lecturer tu. Tapi, hari agak pelik sebab tak dapat handouts pun masa masuk lecture.
Penulis bertambah pening lagi sebab lecturer cakap laju and dia suruh fill in the blanks. Nak angkat tangan untuk minta handouts, segan.. Sebab lecturer tengah syok ber-pot-pet.
Jadinya, penulis pun salinlah mana2 notes yang dirasakan penting.
Pinjam Notes
Masa dah habis lecturer, penulis pun pergilah ambil handouts dan pinjam handouts kawan filipino yg dah lengkap terisi untuk dijadikan rujukan. Nasib baik dia bagi pinjam.
Penulis : Hey kristine, may I borrow your handouts?
Kristine : Oh ya, sure!
Penulis : I'll give it back tomorrow. Is that okay?
Kristine : sure...
Dan penulis pun dengan selambanya pulang ke rumah dengan perasaan riang sebab kelas dah habis untuk hari ni..
Surprise..!
2.25 pm. Tiba-tiba handphone penulis bergetar. Bila cek, ada mesej baru masuk. Cek inbox, dari kristine.
Sorry, just want to remind u we have a chem& world around us test at 3pm.. I'm sure u already knew anyway..
Masa ni terus terkejut!!!
Penulis pun terus call kristine.
Me : Heya, surely we got test today?
Kristine : yup, I purposely text u cause I guess u might have forgot bout as u said u'll give the handouts back tomorrow. LOL!
Me : Ya right. I really have no idea bout it. And yeah, haven't study anything for sure.
Kristine : Owh don't worry, u'll be fine.
Me : Uhm.. Hope so.. Thanks for the info. See ya later..
Kristine : No worries.. see ya..
Penulis pun terus call kawan2 Malaysian yang ambil module tu. Diorang pun sama jugak. Tak tahu langsung pasal test tu. Siap pergi shopping kat Tesco lagi. Ada pula yang tengah syok main game.
Lessons
- Sentiasa cek jadual kelas. Kadang2 ada workshop atau test yang mungkin kita terlupa kewujudannya.
- Jaga hubungan baik dengan kawan2 satu course. Especially international students, sebab diorang mungkin membantu bila-bila masa saja.
- Always be prepared and don't just study last minutes. Bahaya!! Nanti dapat surprise..
Apr 12, 2010
Spring Break is Over Now
Apr 9, 2010
Penentu Segalanya
Mar 31, 2010
Decide does not mean Do
Mar 20, 2010
No Racism please!
We see today what took place in the past. Today, we live in multi-religious and multi-racial society. If we feel that we can only interact with non-Muslims only with the existence of the constitution like the one in Madinah, we have not understood the sirah accurately.
We should be looking at the principles and hikmah that lies behind the constitution that is fairness and peace. With fairness and peace, we form this society that is multi-racial and multi-religious.
That is then what should had happened in our beloved country. I don't think it is too idealist to point that out because I do believe in the words of Allah i.e Islam can be the connector between us.
But how?
Well, the speaker mentioned how he get such a great support from the non-Malay people i.e the Chinese and Indians by practising Islamic ethics in his work, his appearance and conclusively in his life. He emulates the Prophet in politicking on which he leads and drive his voters and supporters from various background using Islamic basis. Thus, he is spreading the da'wah or the words of Islam as a leader.
Well, this is only one of many more vital points of his speech. I post this entry to let us all revise and muhasabah (value ourselves) on our just. Count back how racist we actually are.
If any of you want to point out or share anything, please do so.
Wallahualam. (Allah knows the most)
Jazakallahu khair. (may Allah rewards you with goodness)
Wassalam.
Mar 17, 2010
Soalan yang baik sebagai Jawapan yang baik kepada Soalan yang baik
Salam alaikum..
Sedikit perkongsian apa yang penulis sempat baca hari ini.
Bilamana sampai al-Imam Abu Hanifah bersama gurunya yang mulia al-Imam Hammad radhiyallahu anhuma di tempat perdebatan, seraya al-Imam Abu Hanifah berucap :
“Tak selayaknya seorang ulama besar berdebat di dalam majlis sebegini, Cukuplah diserahkan kepada muridnya yang masih muda ini untuk berbincang-bincang dengan mereka-mereka ini”
Semua yang ada di dalam majlis ketika itu terkejut dengan keberanian anak muda ini. Maka bermulalah perdebatan di antara mereka. Bilamana al-Imam Abu Hanifah duduk duduk pada tempat yang disediakan maka serentak dengan itu salah seorang Atheis terus mengajukan soalan :
Soalan Pertama
“Pada zaman bilakah Tuhan kamu dilahirkan?”
Al-Imam Abu Hanifah tersenyum lalu menjawab :
“Allah taala tidaklah sesuatu yang dilahirkan. Jika Dia dilahirkan sudah tentu Dia punya bapa, Allah juga tidak melahirkan. Jika Dia melahirkan maka sudah tentu Dia punya anak”
Soalan Kedua
“ Kalau begitu, bilakah pula Tuhan kamu wujud?”
Al-Imam Abu Hanifah seraya menjawab :
“ Allah taala itu wujud sebelum adanya zaman, Sedangkan zaman itu sendiri adalah ciptaanNya , mana mungkin pencipta wujud selepas makhluk ciptaanNya”
Soalan Ketiga
“ Cuba kamu berikan kepada kami sedikit gambaran tentang kewujudan Tuhan kamu yang tiada permulaan ini. Bagaimana mungkin sesuatu itu ada tanpa ada permulaannya?"
Al-Imam Abu Hanifah menjawab :
“ Kamu pandai mengira?”
Kelompok Atheis itu menjawab :
“ Tentu sekali kami pandai mengira”
Al-Imam Abu Hanifah meneruskan ucapannya:
“Bolehkah kamu beritahu aku apakah nombor sebelum nombor 4?”
Mereka menjawab : “ Nombor 3”
Al-Imam Hanifah : “ Nombor sebelum 3?”
Mereka menjawab : “Nombor 2”
Al-Imam Abu Hanifah : “Nombor sebelum 2?”
Mereka menjawab : “Nombor 1”
Al-Imam Abu Hanifah : “ Nombor sebelum 1?”
Mereka menjawab : “Tiada”
Al-Imam Abu Hanifah tersenyum lalu memberikan penerangan :
“Nah, kamu sendiri mengakui bahawa nombor 1 sendiri sebelumnya tiada mulanya. Nombor yang merupakan ciptaan Allah ini sendiri kamu akui bahawa tiada permulaan baginya. Apatah lagi pencipta kepada Nombor itu sendiri?”
Terpinga-pinga kelompok Atheis tersebut dengan jawapan yang padat dan bernas daripada al-Imam Hanifah. Ternyata mereka silap perkiraan bilamana berhadapan dengan anak muda ini. Pada mulanya mereka merasakan bahawa anak muda ini mudah dikalahkan, namun telahan mereka ternyata menyeleweng. Mereka perlu lebih berhati-hati.
Persoalan diteruskan.
Soalan Keempat
“Tahniah anak muda di atas jawapanmu sebentar tadi. Jangan sangka kamu berada di dalam keadaan yang selesa. Baik, tolong kamu terangkan kepada kami, pada bahagian manakah Tuhan kamu mengadap?”
Al-Imam Abu Hanifah : “ Jika aku bawa sebuah pelita yang dicucuh dengan api ke sebuah tempat yang gelap, pada arah manakah cahaya pada api tersebut mengadap?”
Mereka menjawab : “ Cahaya itu tentulah akan menerangi keseluruhan arah”
Al-Imam Abu Hanifah menjawab : “ Jika cahaya yang diciptakannya itu pun kamu semua tidak mampu menerangkan pada arah manakah ia mengadap, inikan pula Sang Pemilik cahaya langit dan bumi ini sendiri?”
Kesemua hadirin yang mendengar jawapan daripada al-Imam Abu Hanifah bersorak kegembiraan . Kagum mereka dengan kepetahan anak muda itu.
Soalan Kelima
“Bolehkah kamu terangkan kepada kami, bagaimana zat Tuhan kamu? Adakah ianya keras seperti besi? Atau jenis yang mengalir lembut seperti air? Atau ianya jenis seperti debu dan asap?"
Al-Imam sekali lagi tersenyum. Beliau menarik nafas panjang lalu menghelanya perlahan-lahan. Lucu sekali mendengar persoalan kelompok Atheis ini. Orang ramai tertunggu-tunggu penuh debaran apakah jawapan yang akan diberikan oleh Sang Anak Muda.
Al-Imam Abu Hanifah menjawab : “Kamu semua tentu pernah duduk disebelah orang yang sakit hampir mati bukan?”
Mereka menjawab : “ Tentu sekali”
Al-Imam meneruskan : “ Bilamana orang sakit tadi mati. Bolehkah kamu bercakap dengannya?”
Mereka menjawab : “ Bagaimana mungkin kami bercakap dengan seseorang yang telah mati?”
Al-Imam meneruskan : “ Sebelum dia mati kamu boleh bercakap-cakap dengannya , namun selepas dia mati, terus jasadnya tidak bergerak dan tidak boleh bercakap lagi. Apa yang terjadi sebenarnya?”
Mereka tertawa lalu memberikan jawapan: “ Adakah soalan seperti ini kamu tanyakan kepada kami wahai anak muda? Tentu sekali seseorang yang mati itu tidak boleh bercakap dan bergerak . Ini kerana ruhnya telah terpisah daripada jasadnya.”
Al-Imam Abu Hanifah tersenyum mendengar jawapan mereka lalu berkata: “Baik, kamu mengatakan bahawa ruhnya telah terpisah daripada jasadnya bukan? Bolehkah kamu sifatkan kepada aku sekarang, bagaimanakah bentuk ruh tersebut. Adakah ianya keras seperti besi, atau ianya mengalir lembut seperti air atau ianya seperti asap dan debu yang berterbangan?”
Tertunduk kesemua Atheis tersebut bilamana mendengar persoalan al-Imam Abu Hanifah tersebut. Ternyata olokan mereka sebentar tadi kembali tertimpa ke atas mereka.
Mereka menjawab dengan keadaan penuh malu : “ Maaf, tentu sekali kami tidak dapat mengetahui bagaimana bentuknya”
Al-Imam Abu Hanifah lalu meneruskan bicaranya: “ Jika makhluknya seperti ruh itu pun kamu tidak mampu untuk menerangkannya kepada aku. Bagaimana mungkin kamu ingin menyuruh aku menerangkan bagaimana bentuk Tuhan Pemilik Ruh serta sekalian alam ini?”
Soalan Keenam
“ Dimanakah Tuhan kamu duduk sekarang?”
Al-Imam Abu Hanifah kembali bertanyakan soalan kepada mereka : “ Jika kamu membancuh susu, tentu sekali kamu mengetahui bahawa di dalam susu tersebut ada terdapat lemak bukan? Bolehkah kamu terangkan kepada saya, dimanakah tempatnya lemak tersebut berada?"
Mereka menjawab : “ Kami tidak dapat menerangkan kepadamu dengan tepat kedudukan lemak di dalam susu tersebut. Ini kerana lemak itu mengambil keseluruhan bahagian susu tersebut.”
Al-Imam Abu Hanifah seraya berkata : “ Kamu sendiri lemah di dalam memberikan jawapan terhadap persoalan aku sebentar tadi. Jika lemak di dalam susu pun tiada tempat yang khusus baginya , masakan pula kamu ingin mengatakan bahawa Tuhan Pemilik Arasy itu ada tempat duduk khusus bagiNya? Sungguh aku pelik dengan persoalan-persoalan kamu ini”
Soalan Ketujuh
“ Kami pelik bagaimana jika masuk ke dalam syurga ada permulaannya ( iaitu selepas dihisab oleh Allah taala di padang Mahsyar) namun bilamana sudah berada di dalamnya maka tiada lagi pengakhirannya ( maksudnya tiada kesudahannya dan akan selama-lamanya di dalam syurga)??”
Al-Imam Abu Hanifah tersenyum lagi lalu menjawab : “ Mengapa kamu pelik dengan perkara tersebut. Cuba kamu lihat pada nombor . Ianya bermula dengan nombor satu bukan? Namun bolehkah kamu terangkan kepada aku apakah nombor yang terakhir di dalam senarai nombor?”
Terkelu kelompok Atheis ini untuk memberikan jawapan. Tentu sekali nombor tiada kesudahannya.
Al-Imam tersenyum melihat kelompok Atheis ini terkebil-kebil tidak mampu memberikan jawapan. Kemudian Beliau menyambung bicaranya : “ Nah , kamu sendiri tidak mampu untuk menerangkan kepadaku apakah nombor terakhir bukan? Jawapannya sudah tersedia di hadapan mata kepala kamu”
Soalan Kelapan
“ Kami ingin bertanya lagi, bagaimana mungkin seseorang di dalam syurga menurut Nabi kamu tidak akan kencing dan berak. Sedangkan mereka juga makan dan minum? Ini adalah perkara yang tidak masuk akal”
Al-Imam Abu Hanifah tenang membetulkan kedudukannya. Lalu beliau menjawab : “ Aku dan kamu sebelumnya pernah berada di dalam perut ibu sebelum dilahirkan bukan? Sembilan bulan di dalam perut ibu, kita juga makan daripada hasil darah ibu kita. Persoalanku, adakah kamu buang air kecil dan besar di dalam perut ibumu? Sedangkan kamu juga makan di dalamnya?”
Sekali lagi kelompok ini terdiam membisu seribu bahasa. Padat sekali jawapan anak muda ini. Akhirnya mereka mengakui bahawa tiada lagi persoalan yang ingin ditanyakan malah kesemuanya telah dipatahkan oleh al-Imam Abu Hanifah dengan penuh berhikmah.
Baghdad kembali berseri selepas peristiwa tersebut. Anak muda itu semakin dikenali malah terus menerus namanya disebut orang sehinggalah ke hari ini. Walau sudah hampir ribuan tahun beliau meninggalkan kita. Namun namanya disebut orang seolah-olah beliau masih hidup di sisi kita. Al-Fatihah buat al-Imam al-A’dzam Abu Hanifah Nu’man bin Thaabit radhiyallahu anhu serta kepada seluruh gurunya dan kesemua muslimin dan muslimat sama ada yang amsih hidup atau yang telah wafat. Al-Fatihah.
*******
Ada juga kisah yang saya dengar bahawa soalan terakhir yang ditanyakan oleh kelompok tersebut kepada Sang Imam bilamana mereka telah mati kutu dan sudah terlampau malu ialah berkenaan : “Jika kamu terlalu bijak , apakah yang dilakukan oleh Tuhanmu sekarang?”
Maka al-Imam menjawab dengan tenang.
“ Sebelum aku memberikan jawapan kepadamu, eloklah kiranya kita bertukar tempat. Ini kerana kamu berada pada tempat yang tinggi sedang aku berada di bawah.Jawapan hanya boleh diberikan bilamana aku berada di atas mengambil alih tempatmu”
Athies itu lalu bersetuju dengan cadangan al-Imam tersebut. Lalu mereka bertukar tempat. Al-Imam naik ke atas, manakala sang Atheis turun ke bawah.
Bilamana al-Imam sudah berada di atas . Terus beliau menjawab : “ Kamu bertanya sebentar tadi apakah yang Tuhanku lakukan sekarang bukan? Jawapannya ialah, Tuhanku sedang meninggikan yang Haq (dengan menaikkan al-Imam ke atas ) dan menurunkan yang Batil (dengan menurunkan Atheis tersebut ke bawah).
Dipetik dari sini
Link Asal